Seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri jalur undangan
tahun 2012 dibuka 1 Februari. Program itu hanya bisa diikuti siswa
dari sekolah dalam basis data panitia. Sekolah yang belum masuk
daftar bisa mengikutsertakan siswa dengan mengajukan permohonan
secepatnya.
"Sekolah-sekolah yang masuk daftar sesuai data tahun lalu. Jika ada
sekolah yang belum masuk data dan berminat ikut SNMPTN undangan,
bisa segera mengirimkan permohonan. Seleksi terbuka untuk semua
sekolah yang memenuhi syarat," kata Akhmaloka, Ketua Umum Seleksi
Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), yang dihubungi
dari Jakarta, Rabu (25/1).
Pendaftaran SNMPTN undangan dibuka 1 Februari sampai dengan 8
Maret. Ada 61 PTN yang tergabung dalam SNMPTN tahun ini. Sampai
berita ini diturunkan, masih ada daya tampung beberapa PTN yang
belum masuk.
Sekolah menengah, mulai dari SMA, SMK, MA, hingga MA kejuruan, yang
masuk daftar undangan sudah diunggah di laman resmi panitia SNMPTN
www. snmptn.ac.id. Sekolah yang terdaftar saja yang bisa
merekomendasikan siswanya ikut SNMPTN jalur undangan lewat laman
http://undangan.snmptn.ac.id.
Menurut Akhmaloka, yang juga Rektor Institut Teknologi Bandung,
permohonan sekolah untuk masuk daftar yang bisa ikut SNMPTN
undangan mulai masuk. Permohonan juga datang dari SMA internasional
di Tokyo.
Sesuai akreditasi
Kuota siswa yang boleh diajukan sekolah untuk ikut SNMPTN jalur
undangan disesuaikan akreditasi sekolah. Sekolah dengan akreditasi
A bisa mengirim 50 persen siswa terbaiknya, yang berakreditasi B
sebanyak 30 persen, dan berakreditasi C sebanyak 15 persen.
"Sekolah baru yang belum terakreditasi boleh ikut. Tetapi, dibatasi
hanya bisa mengikutsertakan lima persen siswa terbaiknya," kata
Akhmaloka.
Para siswa yang dicalonkan sekolah harus memiliki prestasi terbaik
dan konsisten. Hal itu ditunjukkan dari nilai rapor yang konsisten
pada semester 3, 4, dan 5, terutama pada mata pelajaran yang masuk
dalam ujian nasional.
"Soal penilaian ini tentu saja bergantung pada program studi dan
perguruan tinggi masing- masing," ujar Akhmaloka.
Supriyadi, Koordinator Guru Bimbingan Konseling SMAN 9 Bandung,
mengatakan, sekolah mesti proaktif untuk mendapatkan informasi
dengan membuka laman resmi SNMPTN. "Informasi soal SNMPTN ini kami
dapat dari internet. Tetapi, sekolah sudah mulai menyiapkan data
siswa. Sekarang ini sedang pengolahan nilai supaya bisa mengumumkan
siswa yang boleh ikut SNMPTN undangan," katanya.
Meskipun sekolah berakreditasi A berhak mengikutsertakan 50 persen
siswanya, lanjut Supriyadi, siswa diajak realistis agar tidak
semuanya mendaftar lewat jalur SNMPTN undangan. Hanya siswa dengan
prestasi baik yang akan diterima.
"Kenyataannya, yang diterima umumnya yang termasuk peringkat lima
besar di sekolah. Untuk siswa yang ranking-nya masih jauh, kami
imbau untuk konsentrasi ke SNMPTN jalur tulis saja. Jika tetap mau
ikut, sekolah tetap memberikan rekomendasi," katanya.
(ELN)
Sumber : Kompas